Model Pembelajaran Guided Inquiri: Pengertian, Tujuan, Sintaks, Kelebihan dan Kekurangan
Model pembelajaran Guided Inquiry dapat membantu peserta didik untuk berpikir kritis, aktif bertanya, serta menemukan solusi dari suatu permasalahan melalui kegiatan penyelidikan yang dibimbing oleh guru. Dalam model ini, guru tetap memberikan arahan dan petunjuk agar peserta didik tidak mengalami kesulitan selama proses pembelajaran berlangsung.
Pengertian Model Pembelajaran Guided Inquiry
Model pembelajaran Guided Inquiry merupakan model pembelajaran yang dilakukan dengan guru memberikan petunjuk atau arahan kepada peserta didik agar mereka dapat menemukan informasi sendiri. Dalam model ini, guru tetap membimbing proses pembelajaran, namun peserta didik diberikan kesempatan untuk mencari, menelaah, dan menemukan jawaban dari suatu permasalahan secara mandiri maupun berkelompok.
Melalui model pembelajaran ini, peserta didik dapat lebih aktif dalam proses belajar karena mereka dilibatkan secara langsung dalam kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah. Selain itu, peserta didik juga dapat melatih kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Tujuan Model Pembelajaran Guided Inquiry
Adapun tujuan dari model pembelajaran Guided Inquiry di antaranya adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
- Melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
- Membantu peserta didik menemukan konsep secara mandiri.
- Meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi pembelajaran.
- Melatih kerja sama dan komunikasi antar anggota kelompok.
- Membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Sintaks Model Pembelajaran Guided Inquiry
Adapun sintaks model pembelajaran Guided Inquiry adalah sebagai berikut.
| Sintaks | Kegiatan Guru | Kegiatan Siswa |
|---|---|---|
| Orientasi Peserta Didik | Menyampaikan tujuan belajar dan memberikan motivasi belajar kemudian dilanjut dengan membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok. | Memperhatikan tujuan apa saja yang harus dicapai selama proses belajar dan memposisikan diri berada kelompok yang telah ditentukan. |
| Menginterpretasikan Persoalan | Berperan sebagai fasilitator, menyajikan persoalan yang relevan dengan materi untuk mencari solusi terhadap permasalahan. | Mengenali masalah dan menginterpretasikan asumsi, mendeskripsikan kriteria dari suatu persoalan yang disajikan. |
| Menelaah dan mengerjakan percobaan atau observasi | Memberikan kritik, saran dan memfasilitasi sarana yang dibutuhkan dan mengarahkan peserta didik untuk bertanggungjawab dan berbagi tugas dengan baik.. | Melakukan komunikasi dan kerjasama dengan baik antar anggota kelompok, mengaplikasikan keterampilan berpikir secara saintifik untuk mendapatkan dan menelaah data, dan melakukan penelitian dalam rangka mengumpulkan informasi. |
| Menganalisis, merancang, hasil data berupa tulisan, gambar, grafik, tabel, atau karya lainnya | Mengevaluasi keterampilan peserta didik dalam mencari jalan keluar dari suatu persoalan. | Merancang desain grafik atau tabel untuk menyajikan data yang diperoleh secara terorganisir, kemudian menarik kesimpulan dan menerjemahkan penjelasan yang logis. |
| Mempresentasikan hasil karya yang telah dibuat kepada guru ataupun teman satu kelas | Mengevaluasi keterampilan peserta didik dalam mencari jalan keluar dari suatu persoalan. | Menganalisis dan membuat kaitan berdasar pada informasi atau data yang diperoleh serta mengevaluasi dan menyampaikan hasil kepada guru atau teman kelas. |
Model pembelajaran Guided Inquiry memiliki beberapa kelebihan, di antaranya sebagai berikut:
- Membantu peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran.
- Melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
- Membantu peserta didik menemukan konsep secara mandiri.
- Meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi pembelajaran.
- Melatih kerja sama dan komunikasi antaranggota kelompok.
- Membuat proses pembelajaran lebih bermakna dan tidak monoton.
- Membantu peserta didik lebih mudah memahami materi karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
- Membutuhkan waktu pembelajaran yang cukup lama.
- Guru harus mampu membimbing peserta didik dengan baik selama proses pembelajaran.
- Tidak semua peserta didik aktif dalam kegiatan diskusi atau penyelidikan.
- Membutuhkan kesiapan sarana dan sumber belajar yang memadai.
- Apabila peserta didik kurang memahami arahan guru, proses pembelajaran dapat menjadi kurang efektif.
Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry di Sekolah Dasar
Model pembelajaran Guided Inquiry dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran di sekolah dasar, seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia, maupun Matematika. Misalnya pada pembelajaran IPA, peserta didik dapat melakukan percobaan sederhana untuk mengetahui proses perubahan wujud benda. Guru memberikan petunjuk mengenai langkah-langkah percobaan, kemudian peserta didik melakukan pengamatan dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh.
Selain itu, dalam pembelajaran IPS peserta didik dapat melakukan pengamatan mengenai lingkungan sekitar untuk menemukan informasi tertentu sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung.
Penutup
Model pembelajaran Guided Inquiry merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah, peserta didik dapat belajar menemukan konsep secara mandiri dengan bimbingan dari guru.
Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran ini juga dapat melatih kerja sama, komunikasi, dan rasa tanggung jawab peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, model pembelajaran Guided Inquiry dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.