Model Pembelajaran AIR: Pengertian, Karakteristik, Langkah-Langkah, Kelebihan dan Kekurangan
Model pembelajaran AIR merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir peserta didik. Model ini menggabungkan kegiatan mendengar, berpikir, berdiskusi, dan pengulangan materi sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami siswa.
Dalam implementasinya, model pembelajaran AIR cocok digunakan pada berbagai mata pelajaran karena mampu melatih kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan pemahaman konsep peserta didik secara lebih mendalam.
Pengertian Model Pembelajaran AIR
Model pembelajaran AIR merupakan singkatan dari Auditory, Intellectual, dan Repetition. Model pembelajaran ini termasuk pada model pembelajaran kooperatif. Model ini dilandasi oleh teori dari Gagne yang menyatakan bahwa belajar merupakan usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Auditory yaitu belajar mengutamakan berbicara dan mendengarkan. Auditory juga bermakna bahwa belajar haruslah melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi.
Intellectualy bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir, konsentrasi pikiran, dan berlatih menggunakannya melalui kegiatan bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.
Repetition merupakan pengulangan dengan tujuan memperdalam dan memperluas pemahaman siswa yang perlu dilatih melalui pengerjaan soal, pemberian tugas, dan kuis. Pengulangan dalam kegiatan pembelajara dimaksudkan agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan.
Karakteristik Model Pembelajaran AIR
- Menggunakan kemampuan inderawi, yang meliputi melihat, mendengar, mengamati, merespon, dan juga mengungkapkan pendapat.
- Menggunakan kemamuan berpikir, yaitu melalui proses analisis serta pemecahan masalah yang diberikan oleh guru. Kemampuan berpikir siswa akan terasah dan bisa dikembangkan dengan melalui proses atau tahapan intelektual.
- Menggunakan kemampuan mengingat kembali atau pengulangan. Proses ini merupakan proses pengulangan mengenai materi yang telah dipelajari.
Langkah-Langkah Model Pembelajaran AIR
- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok berjumlah 4-5 orang.
- Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru.
- Setiap kelompok mendiskusikan tentang materi yang mereka pelajari dan menuliskan hasil diskusi tersebut dan selanjutnya untuk dipresentasikan di depan kelas (auditory).
- Saat diskusi berlangsung, siswa mendapat soal atau permasalahan yang berkaitan dengan materi.
- Masing-masing kelompok memikirkan cara menerapkan hasil diskusi serta dapat meningkatkan kemampuan mereka utuk menyelesaikan masalah (intellectualy).
- Setelah selesai berdiskusi, siswa mendapat pengulangan materi dengan cara mendapatkan tugas atau kuis untuk tiap individu (repetition).
Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran AIR
Model pembelajaran AIR merupakan model pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik dan perkembangan berpikir siswa dalam pembelajaran. Model AIR dirancang untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar.
Model pembelajaran AIR memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari model pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
- Siswa lebih berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya.
- Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan secara komprehensif.
- Siswa dengan kemampuan rendah dapat merespons permasalahan dengan cara mereka sendiri.
- Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan.
- Siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
Selain kelebihan, model pembelajaran AIR juga memiliki kekurangan yaitu sebagai berikut.
- Membuat dan menyiapkan masalah yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan yang mudah sehingga guru harus betul-betul memiliki persiapan yang sangat matang.
- Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa mengalami kesulitan ketika merespons permasalahan yang diberikan.
- Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka.
Sintaks Model Pembelajaran AIR
| Sintaks | Kegiatan Guru | Kegiatan Siswa |
|---|---|---|
| Auditory (Menstimulus fungsi inderawi) | Membentuk siswa dalam kelompok-kelompok kecil secara heterogen, guru menjelaskan materi, guru memberikan pertanyaan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. | Siswa menuju kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk oleh guru, siswa memperhatikan penjelasan materi, siswa memberikan jawaban dan bertanya terkait materi yang disampaikan. |
| Intellectually (Merangsang kerja otak) | Membimbing kelompok belajar siswa untuk berdiskusi dengan rekan dalam satu kelompoknya sehingga dapat menyelesaikan LKS, memberi kesempatan kepada beberapa kelompok lain untuk mengemukakan pendapatnya. | Mengerjakan soal secara berkelompok dengan mencermati contoh-contoh soal yang telah diberikan, mempresentasikan hasil diskusi secara berkelompok, siswa dari kelompok lain bertanya dan mengemukakan pendapat. |
| Repetition (Merangsang kembali ingatan atau memori) | Memberi soal individu kepada siswa, dengan diarahkan oleh guru siswa membuat kesimpulan secara lisan tentang materi yang telah dibahas. | Mengerjakan soal latihan dan kuis yang telah diberikan oleh guru secara individu, serta menyimpulkan secara lisan tentang materi yang telah dibahas. |
Sumber
- Fadly, W. (2022). Model-Model Pembelajaran untuk Impelementasi Kurikulum Merdeka. Bantul: Bening Pustaka.
- Pujiastutik, H. (2016). Penerapan Model Pembelajaran AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Belajar Pembelajaran. Prosiding Biologi, 13(1), 515-518.
- Shoimin, A. (2020). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
- Wisudawati, W., & Sulistiyowati, E. (2014). Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: PT. Bumi Aksara.